Potensi Luar Biasa Otak Manusia

 

Potensi Luar Biasa Otak Manusia



Oleh: Rahman Abdullah

(Indonesia, 02 Desember 2021)

Siapa yang tidak tahu manusia, ya kita tahu apa manusia itu karena kita sendirilah mahluk yang disebut sebagai manusia. Manusia merupakan mahluk biologis yang telah dibekali dengan seperangkat alat penunjang kehidupan berupa susunan fisiologis yang sedemikian sempurna dan hal tersebut merupakan anugerah yang sangat besar dari Tuhan kepada mahluknya yaitu manusia.

Manusia merupakan mahluk yang tidak hanya menumpang hidup di alam dunia ini, tetapi manusia juga dituntut agar menjadi pengurus dari keberlangsuangan kehidupan di bumi ini, karena manusia telah diberi amanah oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai pemimpin di muka bumi yang akan dimintai pertanggung jawaban akan segala tindak-tanduknya selama kehidupannya.

Sebagai mahluk yang mengemban tugas yang sangat mulia sekaligus sangat berat tersebut, maka manusia secara khusus tidak hanya dianugrahi fisik yang sempurna tetapi juga dikaruniai dengan kekuatan kecerdasan yang sangat luar biasa dan berbeda dengan mahluk hidup yang lainnya, yaitu manusia dibekali dengan organ otak secara fisik dan akal secara rohani yang luar biasa.

Ketika berbicara mahluk biologis maka bisa dikatakan mahluk tersbut harus bisa memenuhi kebutuhan fisiknya secara teratur untuk dapat menjaga kelestarian hidupnya, seperti kebutuhan akan makanan, minum, pakaian dan seks dan kebutuhan lainnya yang berorintasi pada prinsip kenikmatan. Akan tetapi ketika kita berbicara tentang manusia, maka tidak berhenti pada kebutuahan fisik saja namun juga ada kebutuhan lain yang bersifat kodrati yaitu kebutuhan akan dicintai dan mencintai Tuhan Sang Pencipta.[1]

Otak manusia memiliki kemampuan yang sangat mengagumkan, dan belum pernah terbanyang oleh kita sebelumnya. Ketika lahir seorang bayi manusia mempunyai kurang lebih sekitar 100 milyar neuron atau sel otak. Coba kita bandingkan dengan penduduk bumi saat ini  yang berjumlah kurang lebih 6 milyar saja, ini berarti dalam kepala seorang bayi ada otak yang mempunyai sel atau neouron ratusan kali lipat dari jumlah manusia yang hidup di bumi ini.[2]

Pada setiap neuron mempunyai ratusan dan ribuan cabang yang memiliki bentuk mirip tentakel gurita yang berukuran kecil. Setiap tentakel tersebut berisi spina dendrit yang mengandung zat kimia tertentu di dalamnya yang bertugas membawa pesan di antara sel otak mengenai semua informasi yang berada dalam pikiran, setiap ingatan dan pengalaman belajar yang dimiliki. Hal tersebut secara proses berjalan terus-menerus dan apabila divisualisasikan seperti bentuk jejak kaki di tanah yang berliku-liku dan jumlah jejak pikiran tersebut apabila dibuat dalam bentuk teks normal akan membentuk barisan angka sekitar 10,5 juta km panjangnya.[3]

Otak Besar

Bagian otak ini adalah yang paling menonjol dari otak manusia, yaitu mempunyai 2/3 dari keseluruhan bagian otak manusia yang terletak di sebelah atas tengkorak. Otak besar ini juga bisa disebut otak kanan dan otak kiri yang memiliki fungsi untuk merespon dan memproses seluruh aktivitas intelektual seperti berfikir, mengingat merencanakan, menentukan kecerdasan, menentukan kepribadian dan lain-lain.[4]

Otak besar ini kita ketahui sebagai bagian otak yang memiliki massa yang paling besar yang terbagi  atas bagian otak kanan dan otak bagian kiri. Para ahli kecerdasan biasa menggolongkan kecerdasan manusia berdasarkan pembagian otak kanan dan otak kiri. Hal demikian menunjukkan spesialisasi setiap belahan otak seperti berikut:

·         Otak Kanan: Musik, gambar, imajinasi, seni, warna, emosi.

·         Otak Kiri: Hitungan, logika, bahasa, ilmu pasti, angka.

Sesuatu yang penting diingat bahwa istilah pembagian otak tersebut merupakan metafora bagi kecenderungan kecerdasan yang diproses oleh masing-masing belahan otak. Sebenarnya kreativitas muncul berasal dari interaksi antara kedua belahan otak tersebut dan tidak hanya berasal dari salah satu belahan otak saja, dalam artian kedua belahan otak itu menentukan proses berpikir manusia.[5]

Otak Kecil

Setelah kita membahas bagian otak besar, maka selanjutnya akan dijelaskan tentang bagian otak kecil. Apabila otak besar bisa disebut sebagai otak depan maka otak kecil bisa disebut sebagai otak belakang. Otak kecil atau cerebellum adalah bagian otak yang mempunyai berbagai fungsi  seperti; mengatur posisi tubuh, mengontrol gerak dan keseimbangan tubuh serta berfungsi meningkatkan sistem motorik semisal mengkoordinasi gerakan otot. Dengan demikian apabila otak kecil mengalami cidera dapat menimbulkan pengaruh pada gerakan tubuh manusia yang tidak terkoordinasi sebagai akibat dari cidera otak kecil tersebut. Seseorang yang mempunyai sikap cekatan dan mahir dalam menggunakan peralatan bisa diindikasikan sebagai seorang pemilik otak kecil yang perkembangannya baik.[6]

Potensi Luar Biasa Otak Manusia

Otak manusia dengan berbagai fungsi dan kelebihannya telah berperan secara vital dalam kehidupan manusia sebagai motor utama dalam menggerakan dan mengkoordinasikan otot-otot yang dapat menghasilkan gerakan-gerakan dari anggota tubuh manusia serta melakukan kegiatan berpikir dan merencana serta mengingat sebagai aktivitas intelejensi manusia.

Dengan potensi yang luar biasa tersebut, para peneliti mengatakan bahwa kebanyakan orang di seluruh dunia hanya menggunakan kurang dari 10% dari keseluruhan kapasitas pikirannya. Bahkan perbedaan orang normal dan orang yang jenius dikatakan bahwa rata-rata orang normal hanya menggunakan 3% kapasitas otaknya sedangkan orang jenius rata-rata menggunakan 4 % kapasitas otaknya.[7] Dengan demikian masih banyak ruang atau kapasitas otak kita yang belum bisa kita pergunakan dan pada akhirnya potensi otak yang luar biasa tersebut akan kita bawa dalam liang kubur ketika datang kematian kepada kita.

Semua hewan mempunyai sel otak dan yang membedakannya dengan manusia salah satunya adalah jumlah sel otak tersebut atau neuron, sehingga antara manusia dengan hewan mempunyai tingkat kecerdasan yang jauh berbeda. Sebagai contoh hewan yang mempunyai neuron jauh lebih sedikit dari manusia dapat melakukan kegiatan seperti membuat sarang yang rumit, memenuhi kebutuhan hidupnya, melihat, meraba, mencium, menegcap bergerak, bernavigasi, mengingat, mengasuh, berkembang biak, dan lain sebagainya. Maka bagaimana dengan manusia yang mempunyai sel otak jauh lebih banyak dari hewan, tentu akan bisa melakukan lebih dari itu semua. Dengan demikian manusia harus senantiasa memancarkan energi positif dalam kehidupannya.

Manusia yang mempunyai energi positif dalam kehidupannya yaitu seseorang yang selalu berbuat kebaikan dan selalu berpikir dan berperasaan baik akan memancarkan energi mikrokosmos yang akan menyatu dengan energi alam semesta atau energi makrokosmos, sehingga menghasilkan keselarasan antar keduanya. Sedangkan orang yang selalu berbuat kejelekan atau berpikiran negatif hanya memancarkan energi rendah sehingga tidak menimbulkan keselaransan dengan energi alam semesta.[8]

Potensi otak yang dimiliki oleh manusia seyogyanya dapat dipergunakan dan dikelola secara maksimal dan penuh kebaikan oleh setiap insan yang hidup di muka bumi ini. Dengan demikian manusia dapat menjadi sosok yang diperintahkan oleh Tuhan yaitu sebagai pemimpin di muka bumi ini. Untuk dapat menjadi pemimpin yang baik dan mengelola kehidupan ini dengan efektif dan efisien tentunya manusia harus senantiasa menebarkan aura positif dan energi mikrokosmos yang tinggi dengan selalu berbuat, berpikir dan berperasaan yang baik dan positif dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Afifi, Muhammad. 2010. Super Jenius dengan Aktivasi Otak Tengah. Jakarta: Himmah Media Utama.

Ramayulis. 2016. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia. Cet. Ke- 11.

Wijanarko, Jarot. 2017. Maksimalkan Otak Anak Anda. Jakarta: Keluarga Indonesia Bahagia.

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] Ramayulis, Psikologi Agama, (Jakarta:Kalam Mulia, Cet. Ke-11, 2016), h. 42.

[2] Muhammad Afifi, Super Jenius dengan Aktivasi Otak Tengah, (Jakarta: Himmah Media Utama, 2010), h. 39.

[3] Ibid, h. 40.

[4] Jarot Wijanarko, Maksimalkan Otak Anak Anda, (Jakarta: Keluarga Indonesia Bahagia, 2017), h. 25.

[5] Muhammad Afifi, Super Jenius dengan Aktivasi Otak Tengah, Op. Cit, h. 44.

[6] Jarot Wijanarko, Maksimalkan Otak Anak Anda, Op. Cit, h. 30.

[7] Muhammad Afifi, Super Jenius dengan Aktivasi Otak tengah, Op. Cit, h. 53.

[8] Ibid, h. 45.

Tidak ada komentar untuk "Potensi Luar Biasa Otak Manusia"