Meresapi Makna Kemerdekaan

 

Meresapi Makna Kemerdekaan


 

Oleh: Rahman Abdullah

Jumat, 17 Agustus tahun 1945 yang bertetapan dengan tanggal 9 Ramadan 1364 H, adalah momen dimana bangsa Indonesia mantap melangkah sebagai bangsa yang merdeka. Setelah melalui berbagai macam cobaan dan penderitaan serta aliran darah para pahlawan yang rela mengabdikan diri memberikan jiwa raganya dalam upaya mengusir para penjajah dan memerdekakan bangsa indonesia dari belenggu kolonialisme.

Setelah Belanda bercokol berabad-abad lamanya di bumi Nusantara, kemudian Jepang datang dengan senyum manis namun manisnya hilang ketika telah menguasai Indonesia. Seakan kisah perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan takkan habis untuk di utarakan. Agustus 1945, adalah saat-saat yang ditunggu oleh para pejuang kemerdekaan, dimana pada bulan dan tahun tersebut adalah saat kemerdekaan yang ditunggu itu tiba.

Keyakinan tentang kemerdekaan yang semakin dekat itu diawali ketika Jepang menyerah kepada sekutu yang ditandai dengan adanya peristiwa bom atom yang menghantam kota Hiroshima dan Nagasaki yang terjadi pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Para pejuang dan rakyat yang mengetahui hal tersebut semakin bersemangat untuk menyongsong kemerdekaan.

Terjadi perdebatan kapan akan dilaksanakannya pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, golongan muda menginginkan secepatnya, namun golongan tua yang di wakili oleh Soekarno dan Hatta tetap akan memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal yang telah dipilih yaitu tanggal 17 agustus 1945.

Setelah dibacakannya proklamasi kemerdekaan dan dilantiknya Soekarno & Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia, bukan berarti halangan dan rintangan serta pertempuran sudah selesai, nyatanya setelah itu Belanda yang masih meiliki hasrat untuk menjajah kembali Indonesia dan menguasai Indonesia, mereka datang lagi dengan menumpang pasukan Inggris atau sekutu yang hendak melucuti persenjataan tentara Jepang yang telah kalah.

Namun demikian, para pejuang dan rakyat sudah tahu niat daripada Belanda, dan akhirnya para pejuang tersebut melakukan perlawanan pada pasukan Belanda dan sekutu tersebut. Salah satu peristiwa yang menjadi cuplikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia adalah peristiwa 10 november 1945, dimana para pejuang, laskar, dan rakyat bahu membahu mengobarkan perlawanan dan dengan gagah beraninya menentang kehadiran pasukan Belanda dan sekutu di Indonesia dan di Surabaya khususnya. Perlawanan para pejuang tersebut dipimpin langsung oleh gubernur Suryo dan yang paling fenomenal adalah Sutomo atau bung Tomo yang berhasil membangkitkan jiwa patriotis para pejuang dan membuat ciut nyali musuh dengan pidato yang berapi-api dan dengan pekikan takbir.. Allahu akbar.

Demikianlah sepenggal kisah perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaannya yang diperoleh dari aliran darah dan cucuran keringat para pahlawan terdahulu dan bukan dari hasil Cuma-Cuma. Lantas apakah kita sebagai generasi penerus bangsa sudah mewujudkan apa yang telah di cita-citakan dan diimpi-impikan oleh para pendiri bangsa ini?. Tidak ada lagi keinginan para pejuang terdahulu selain melihat bangsanya sejahtera, aman  sentosa dan rakyatnya hidup dalam kemakmuran...ya itu saja.

 

Bang Aman, Cirebon, 02 Agustus 2019

Tidak ada komentar untuk "Meresapi Makna Kemerdekaan"