Pengertian Pedagogik
Pengertian Pedagogik
Oleh: Rahman Abdullah
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan, manusia dapat memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya untuk menunjang keberlangsungan kehidupannya dengan penuh makna. Pedagogik merupakan sebuah teori pendidikan yang didalamnya membahas mengenai bagaimana cara mendidik dengan benar dan baik.
Pedagogik berasal dari bahasa Yunani yaitu paedagogeo, terdiri dari kata pais genetif, paidos yang mempunyai arti anak dan agogo yang berarti memimpin, dengan demikian secara harfiah pedagogi, berarti memimpin anak. Dalam bahasa Yunani kuno, kata pedagogi memiliki makna seorang pembantu yang mengawasi kegiatan pengajaran putra dari tuannya, ketika itu anak perempuan tidak mendapatkan pengajaran khusus, pembantu rumah tangga ini bertugas untuk mengantar, menunggu dan membawa pulang putra tuannya ketika ke sekolah atau gymnasium.[1]
Kata pedagogi dalam bahasa Inggris berasal dari kata pedagogy yang digunakan untuk merujuk kepada teori pengajaran, yang mana guru melakukan kegiatan pemahaman terhadap bahan ajar, kemudian mengenali siswa secara menyeluruh baik aspek jasmani maupun rohaninya dan menentukan bagaimana cara mengajarnya.[2]
Pedagogik merupakan ilmu untuk membimbing anak dalam persoalan-persoalan pendidikan dan kegiatan-kegiatan mendidik, diantaranya seperti tujuan dari pendidikan, alat-alat pendidikan, cara melaksanakan kegiatan pendidikan dengan baik, peserta didik, pendidik dan lain sebagainya.
Pada umumnya para pakar pendidikan mengartikan pedagogi sebagai ilmu atau teori yang sistematis tentang pendidikan yang ditujukan bagi anak sampai ia mencapai usia dewasa.[3] Oleh karena itu pedagogik dilihat sebagai sebuah teori pendidikan yang mengarahkan untuk terjadinya perubahan perilaku seseorang melalui proses pendidikan.
Ada beberapa definisi yang terkait dengan pengertian pedagogi sebagai ilmu dan seni menurut Sudarwan Danim (2010) antara lain:
1. Pengajaran (teaching) yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentranformasikan isi pengetahuan, merangsang, mengawasi serta menfasilitasi pengembangan potensi diri siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, pengertian tersebut menjadikan guru pada posisi sentral.
2. Belajar (learning) yaitu proses siswa untuk mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam mendapatkan dan meningkatkan keterampilan serta pengetahuan.
3. Relasi belajar-mengajar dengan segala faktor lain yang ikut mendorong minat pedagogi. Relasi ini bisa bermakna siswa dibimbing guru dalam kegiatan belajarnya atau kegiatan belajar yang berpusat pada siswa, namun tetap dibawah bimbingan guru.
4. Relasi belajar-mengajar yang berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia, sebagaimana yang dikembangkan pada lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Sekolah merupakan salah satu bagian yang penting dari total spektrum pengaruh pendidikan.[4]
Selain definisi di atas, banyak ahli pendidikan yang mengutarakan tentang definisi dari pedagogi tersebut, seperti pendapat Ana Maria Gonzalez Soca yang dikutip oleh Sudarwan Danim (2010) mendifinisikan proses pedagogi sebagai sebuah proses pendidikan yang memfokuskan kajian tentang hubungan antara pendidikan, pengajaran, dan pembelajaran yang bertujuan untuk pengembangan kepribadian siswa dan segenap potensi yang dimiliki siswa agar dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mempersiapkan dirinya untuk terjun dalam kehidupan. Ia juga menganggap penting hubungan antara semua proses dan pendidikan sebagai target pencapaian sekolah, namun demikian proses pedagogi tidak melampaui batas-batas institusi pendidikan tersebut. Beliau kurang memperhitungkan bahwa keluarga dan masyarakat yang pada kenyataannya sebagai lingkungan sosial para siswa juga terlibat dalam pendidikan generasi sekarang dan mendatang dan mendatangkan pengaruh terhadap proses pendidikan para peserta didik.[5]
Siswa sebagai subyek pembelajaran merupakan individu yang aktif dengan berbagai macam karakteristiknya, sehingga dalam kegiatan pembelajaran terjadi interaksi timbal balik antara guru dengan siswa ataupun antar sesama siswa dengan siswa. Oleh sebab itu, salah satu dari kompetensi pedagogik yang mutlak harus dikuasai oleh seorang guru adalah bagaimana memahami karakteristik anak didiknya, yang tentunya setiap siswa mempunyai karakter jiwa yang berbeda-beda, sehingga tujuan dari pembelajaran, materi yang disiapkan, dan metode yang dirancang untuk menyampaikannya benar-benar sesuai dengan karakteristik dari peserta didik tersebut.[6]
Menurut J. Sumardianta berpendapat bahwa pedagogi dalam tradisi Yunani klasik dinamakan teknopoia (produksi keutamaan anak-anak) dengan metode latihan berulang-ulang (gunmazoito), termasuk di dalamnya latihan menulis untuk mengenal dan mengetahui huruf, berhitung, musik, gulat serta keterampilan lain yang dapat menunjang peserta didik untuk bisa bertahan hidup di dunia yang penuh tantangan.[7]
Dengan demikian pedagogi yang efektif adalah upaya dalam mencoba menggabungkan berbagai strategi pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual para siswa dengan maksimal, serta mempunyai hubungan dengan dunia yang lebih luas, lingkungan kelas yang nyaman dan kondusif serta pemahaman atas adanya perbedaan penerapan pada setiap pelajaran.
[1] Hiryanto, “Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi serta Implikasinya dalam Pemberdayaan Masyarakat.” (Jurnal Dinamika Pendidikan Pendidikan Luar Sekolah FIP UNY Vol. XXII No. 01, 2017), h. 65.
[2] Ibid, h. 65.
[3] Mohammad Ali (et. al.), Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bagian I Ilmu Pendidikan Teoritis(Jakarta: PT Imperial Bhakti Utama, 2007), h. 34.
[4] Sudarwan Danim, Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi, (Bandung; Penerbit Alfabeta, 2010), h. 54-55.
[5] Ibid, h. 24.
[6] Sunardi & Imam Sujadi, Sumber Belajar Calon Peserta PLPG (Kompetensi Pedagogik), (Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, 2017), h. 1.
[7] J. Sumardianta, Simply Amazing; Inspirasi Menyentuh Bergelimang Makna (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009), h. 53.

Tidak ada komentar untuk "Pengertian Pedagogik"
Posting Komentar